Obat Tumor

Resistensi tumor dapat terjadi pada obat antikanker karena obat terlalu jarang dipakai atau lokasi tumor yang membatasi efektivitas obat. Salah satu kasus tumor, tumor otak mempunyai respons yang buruk terhadap obat antikanker karena kebanyakan obat tidak menembus sawar darah otak. Untuk itu mungkin diperlukan pemberian obat dengan infus intraarterial pada lokasi tumor.

Kini jarang dipakai terapi obat agen tunggal; teapi dipakai kombinasi obat-obat yang dipergunakan untuk menambah efek tumorisidal. Obat-obat SSS dan NSSS sering dikombinasi untuk memaksimlkan kematian sel.

obat-obatan tumor

Dunia kedokteran sampai saat ini hanya menggunakan obat-obatan penghambat pertumbuhan sel tumor, namun tidak mematikan sel-sel tumor yang berkembang. Untuk pengobatan tumor tergantung pada jenis, stadium dan lokasi tumor serta kondisi penderita itu sendiri. Namun seringkali, pengobatan tumor dilalui dengan pengangkatan tumor melalui operasi pembedahan. Untuk pengangkatan tumor sendiri, tumor biasanya masih berukuran kecil.

Jika tumor yang diderita cukup besar, maka pengobatan tumor tidak hanya cukup dengan operasi pembedahan atau pengangkatan tumor, namun diperlukan serangkaian pengobatan intensif lainnya seperti kemoterapi, terapi hormon, radiasi dan ketergantungan akan obat-obatan penghambat perkembangan sel tumor yang bersifat sementara.

Oleh karena itu, pengobatan tumor ini diperlukan biaya yang cukup besar dan kesabaran yang cukup tinggi. Belum lagi efek samping yang mungkin terjadi di kemudian hari dari penggunaan obat-obatan anti tumor dan serangkaian pengobatan tumor lainnya. Bahkan hal yang fatal mungkin terjadi, tumor yang dapat dideteksi secara klinik mempunyai 109 sel. Hanya persentase dari sel ini yang dikenal sebagai fraksi pertumbuhan”, aktif membelah pada waktu tertentu kapan pun. Fraksi pertumbuhan dapat berkisar kurang dai 10 persen untuk adenokarsinoma khas sampai hampir 90% bagi sejumlah limfoma yang tumbuh cepat. Bila suatu tumor dalam stadium dininya, maka kebanyakan selnya dalam fase proliferatif. Karena massa tumor meningkat, maka fraksi pertumbuhan menurun. Sehingga pertumbuhan tumor melambat sewaktu tumor membesar.

Walaupun tumor yang dapat dideteksi secara klinik bisa menjadi tak dapat dideteksi setelah terapi, namun masih ada penyakit sisa mikroskopik. Misalnya jika suatu tumor yang dibebani 109 sel dikurangi oleh obat yang mampu membunuh 99,999 persen sel, maka akan masih ada 104 sel. Pemaparan tunggal ke satu obat tak dapat menghasilkan 100 persen pembunuhan.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Tumor and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>